Pondok Ramadan 1447 H, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang Tebar Kepedulian Lewat Bakti Sosial dan Berbagi Takjil
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang
menggelar kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (12/03). Kegiatan
yang dipusatkan di halaman Gedung 2 madrasah tersebut mengusung tema “Bersama
Kita Memfilter Hati, Menginstal Pahala.”
Pondok Ramadan ini tidak
sekadar menjadi kegiatan rutin selama bulan suci, tetapi juga menjadi sarana
pembinaan karakter spiritual dan sosial siswa. Melalui berbagai aktivitas yang
diselenggarakan, para siswa diajak menumbuhkan kepedulian, simpati, serta
empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui aksi sosial
berupa pembagian sembako dan takjil gratis bagi masyarakat di sekitar
lingkungan madrasah.
Kegiatan berlangsung mulai
pukul 08.00 hingga 20.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII,
dan IX. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti rangkaian ibadah
bersama, di antaranya salat Duha, Zuhur, Asar, Magrib, Isya, serta salat Tarawih
berjamaah.
Selain kegiatan ibadah,
Pondok Ramadan juga diisi dengan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an
dan ceramah keislaman. Ceramah pertama disampaikan oleh Ustaz Muhammad Ali
Chusni, S.Pd.I. yang membahas keutamaan Lailatul Qadar, sementara ceramah kedua
disampaikan oleh Ustazah Nabila Fairuz Fatiyah, S.Ag. yang mengulas makna dan
hikmah menyambut Hari Raya Idulfitri.
Pada kegiatan bakti sosial,
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang bekerja sama dengan Arela Humanity. Kegiatan
tersebut dipandu langsung oleh Bastian Nova Pratama dengan agenda pembagian
paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kalibendo dan Sumbersuko.
Tidak hanya itu, para siswa
juga terlibat langsung dalam aksi berbagi takjil gratis di depan madrasah.
Pembagian takjil dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kelas sebagai
bentuk pembelajaran nyata tentang kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Ketua Panitia Pondok
Ramadan, Munawaroh, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini
bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat
spiritualitas siswa.
“Pondok Ramadan ini bukan
hanya kegiatan untuk mengisi waktu selama bulan puasa, tetapi menjadi
kesempatan bagi kita semua untuk mengisi ‘tabungan emas’ pahala dan mengisi
kembali baterai spiritual kita. Di sini kita tidak hanya belajar tentang puasa,
tetapi juga belajar kesabaran, kejujuran, dan empati sosial,” ujarnya.
Munawaroh juga berharap
kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi para siswa, baik dalam
aspek ibadah maupun dalam perilaku sehari-hari.
“Saya berharap setelah
mengikuti kegiatan ini, anak-anak mengalami perubahan yang lebih baik, baik
dalam ibadah maupun akhlak sehari-hari. Manfaatkan kesempatan ini
sebaik-baiknya. Bertanyalah jika belum memahami, dan praktikkan ilmu yang
diperoleh dalam kehidupan,” tambahnya.
Melalui kegiatan Pondok
Ramadan ini, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang berupaya menanamkan nilai-nilai
religius sekaligus kepedulian sosial kepada para siswa. Harapannya, pengalaman
spiritual dan sosial yang diperoleh selama kegiatan ini dapat menjadi bekal berharga
bagi siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap
sesama, serta mampu membawa semangat kebaikan di tengah masyarakat.
Comments
Post a Comment