Tiga Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Raih Gold Medal KTI Tingkat Nasional di Ajang NISEEF: Inovasi Media Pembelajaran Siswa Autis
Ketiga siswa tersebut adalah
Septian Galih Risyananta (8B), Yangki Adam Rohima Susilo (8B), dan Fircha
Nauvilia Diffani (8A). Melalui Karya Tulis Ilmiah berjudul “Inovasi Bahan Ajar
Olfaktori dan Visual untuk mendukung pembelajaran Siswa Autis di MTs Terpadu Ar
Roihan” mereka berhasil memikat dewan
juri dan meraih Gold Medal pada kategori Social Science. Penghargaan tersebut secara resmi diberikan pada acara awarding yang dilaksanakan pada
(12/02) di Gedung Prof. Soedarso, S.H., Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Dalam wawancara singkat, Pembina
KTI Rachima Dianovitasari Divian Khass, S.Pd., menjelaskan penelitian tersebut
berfokus pada pengembangan bahan ajar inovatif berbasis olfaktori dan visual
untuk mendukung pembelajaran siswa autis.
Ia menuturkan, MTs Terpadu
Ar Roihan Lawang memiliki 31 siswa berkebutuhan khusus dari total 173 siswa,
termasuk sembilan siswa dengan spektrum autisme. Kondisi tersebut mendorong
perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan sensoris
mereka.
“Penting untuk memperhatikan
kebutuhan siswa autis dalam proses pembelajaran. Pengembangan bahan ajar yang
inovatif dan mempertimbangkan aspek sensoris, terutama olfaktori atau bau,
dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mereka.”
jelas Rachima.
Ia menambahkan, selama ini
alat peraga yang tersedia lebih banyak berfokus pada stimulasi visual dan
perabaan, seperti flash card, maze, balok, merangkai, dan meronce. Sementara
itu, media pembelajaran yang mendukung pengenalan dan pemahaman bau masih sangat
terbatas, bahkan belum tersedia.
Pencapaian ini merupakan
hasil dari proses riset dan pengembangan selama kurang lebih lima bulan.
Tahapan yang dilalui meliputi penelitian lapangan, pembuatan media, persiapan
stan pameran, hingga latihan presentasi.
Rachima berharap hasil
penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai prestasi kompetisi, namun dapat
bermanfaat untuk mendukung pengembangan pendidikan inklusif di lingkungan
madrasah.

Comments
Post a Comment