MTs Terpadu Ar Roihan Gelar Open House dan Observasi Calon Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang
suskses menggelar kegiatan Open House
pada Minggu (01/02). Bertempat di halaman Gedung 2 MTs Terpadu Ar Roihan,
agenda ini diselenggarakan sebagai sarana observasi bagi calon peserta didik
baru tahun pelajaran 2026/2027. Acara tersebut disambut hangat oleh para calon
siswa dan orang tua yang akan melakukan observasi.
Rangkaian acara dikemas
secara interaktif, dimulai dengan penampilan memukau dari berbagai ekstrakurikuler
mulai dari Al-banjari, Qiroati, pencak silat, hingga presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI). Memasuki acara inti,
Kepala Madrasah, Redite Kurniawan, M.Pd., menyampaikan
paparan mendalam mengenai profil dan program uggulan madrasah.
Dalam sambutannya, Redite
mengungkapkan kebahagiaannya dapat bersilaturahmi langsung dengan para calon
wali murid. “Saya sangat bersyukur dapat bertatap muka dan menjalin silaturahmi
dengan Bapak/Ibu sekalian secara langsung,” sapanya hangat.
Lebih lanjut, Redite
memaparkan program-program unggulan serta deretan prestasi yang telah diraih
madrasah. Ia juga menekankan bahwa sistem full
day school yang diterapkan bertujuan untuk membentuk karakter disiplin
siswa.
“Pembelajaran di MTs Terpadu
Ar Roihan menggunakan sistem full day.
Hal ini selaras dengan program Mendikdasmen untuk membentuk kebiasaan anak
hebat, di antaranya bangun pagi dan tertib beribadah. Di sini, para siswa
dididik untuk terbiasa mengawali pembelajaran dengan salat Duha berjamaah di
madrasah,” jelas Redite.
Beliau juga menegaskan
status madrasah sebagai lembaga inklusif dan ramah anak. “Kami memiliki program
unggulan meliputi inklusi, tahfiz, riset, dan literasi. Selain itu, MTs Terpadu
Ar Roihan telah menerima SK dari Kementerian Agama Kabupaten Malang sebagai
Madrasah Ramah Anak (MRA). Oleh karena itu, seluruh warga madrasah, baik guru
maupun siswa, berkomitmen penuh menjunjung tinggi sikap ramah anak dalam setiap
aktivitas pembelajaran di madrasah.” imbuhnya.
Acara diakhiri dengan doa
bersama, disusul dengan sesi observasi bagi calon peserta didik. Observasi ini meliputi
tes membaca, menulis, berhitung, serta pemetaan bakat (multiple intelligences). Tujuannya agar madrasah dapat mengenal
potensi dan minat setiap siswa sejak dini. Hasilnya pun akan menjadi acuan bagi
guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang tepat pada tahun ajaran baru
mendatang.

Comments
Post a Comment