Sinergi MTs Terpadu Ar Roihan Lawang dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang: Edukasi Siswa Gizi Seimbang dan Ketangguhan Mental
Memasuki masa remaja bukan
sekadar fase perubahan fisik, melainkan sebuah perjalanan penting dalam
membentuk jati diri. Memahami hal tersebut, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang
menggelar program edukasi spesial bertema “Level
Up Your Life: Sehat Fisik, Tangguh Mental”.
Bekerja sama dengan tim ahli gizi
dan psikolog dari RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, kegiatan ini menjadi
bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Bangun Jiwa
dan Raga. Acara yang digelar di Aula Madrasah pada Senin (12/01) dan Selasa (13/01)
ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII.
Pada hari pertama, suasana
aula tampak hidup saat tim ahli gizi memaparkan pentingnya gizi seimbang. Bukan
sekadar teori, para siswa diajak membedah kebiasaan makan sehari-hari yang
sering kali abai terhadap kesehatan. Fokus utamanya adalah membekali siswa agar
mampu membedakan mana makanan yang sekadar "kenyang" dan mana yang
benar-benar "bergizi".
“Adik-adik perlu memahami
empat pilar utama gizi seimbang: konsumsi beragam zat gizi sesuai porsi,
menjaga kebersihan, aktif bergerak, dan rutin memantau tumbuh kembang,” ujar Laras
Ayu Wardani, S.Tr.Gz., salah satu anggota tim ahli gizi. Pesan kuat juga disampaikan untuk
mulai membatasi minuman manis serta camilan berlemak yang sering menjadi
kegemaran remaja.
Sesi kedua beralih pada pembahasan
yang tak kalah penting, yakni kesehatan mental. Di tengah gempuran tren media
sosial dan tekanan pergaulan, tim psikolog mengajak siswa untuk mengenali emosi
dan perilaku mereka sendiri secara lebih jujur. Edukasi ini bertujuan
mematahkan anggapan bahwa masalah mental adalah tabu. Sebaliknya, siswa
didorong untuk berani peduli pada kondisi psikis mereka dan tahu kapan harus
mencari bantuan profesional atau bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya.
“Ada tiga hal yang harus kalian
ingat: masa remaja adalah fase pertumbuhan, bukan fase masalah. Setiap dari
kalian unik, dan kalian tidak harus menghadapi semua beban sendirian,” tegas
perwakilan tim psikolog. Ia juga berpesan agar para siswa tidak takut untuk
mengeksplorasi potensi diri dan selalu terbuka kepada guru maupun orang tua.
Sepanjang kegiatan, antusiasme
siswa terlihat jelas dari interaksi aktif di setiap sesinya. Program ini bukan
sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan
siswa. Dengan tubuh yang bugar dan mental yang tangguh, para siswa diharapkan
mampu melewati masa remaja dengan penuh percaya diri. (lat)

Comments
Post a Comment