Perkuat Karakter Religius, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang Peringati Isra Mikraj 1447 H dengan Semangat "Tajdidun Niat"
Isra Mikraj adalah peristiwa
penting yang menjadi sarana pembelajaran spiritual bagi siswa MTs Terpadu Ar
Roihan. Melalui peringatan ini, madrasah berkomitmen menanamkan pemahaman
mendalam kepada siswa tentang pentingnya salat dan akhlak mulia. Sebagai upaya berkelanjutan
dalam memperkuat karakter religius dan menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran
agama Islam, MTs Terpadu Ar Roihan Lawang rutin menyelenggarakan peringatan ini
setiap tahunnya.
Tahun ini, peringatan Isra
Mikraj 27 Rajab 1447 Hijriah digelar pada Kamis (15/01) di halaman madrasah.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan
kelas IX. Mengusung tema “Memperbarui
Niat di Perjalanan Isra Mikraj: Dari Hati Menuju Ketaatan Hati” acara
dikemas dengan perpaduan antara kreativitas dan nilai-nilai spiritual.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan ketua
panitia, lantunan selawat tim Albanjari, tausiah keagamaan, pembagian doorprize, hingga doa bersama. Pada
waktu yang bersamaan, digelar pula lomba desain poster Isra Mikraj dan desain infografik
sejarah Isra Mikraj untuk mewadahi bakat visual para siswa.
Dalam sambutannya, Ketua
Panitia, Nabila Fairuz Fatiyah, S, Ag., menegaskan esensi dari tema yang
diangkat. “Tema besar peringatan Isra Mikraj kali ini adalah tajdidun niat yang artinya memperbarui
niat. Ini adalah langkah tepat bagi anak-anak semua untuk membuka lembaran baru”
ujarnya.
Nabila menjelaskan bahwa
perjalanan spiritual Rasulullah dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis hingga
Sidratul Muntaha membawa misi besar, yakni kewajiban salat. “Melalui salat,
manusia mendapatkan wasilah agar doa-doa terijabah serta meraih keselamatan di
dunia maupun akhirat,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut,
Ustaz Muhammad Ali Chusni, S.Pd.I., dalam tausiahnya memaparkan latar belakang
sejarah yang menyentuh hati. Beliau menyampaikan bahwa Isra Mikraj adalah
bentuk kasih sayang Allah untuk menghibur Rasulullah yang sedang berduka (Amul Huzni) setelah wafatnya orang-orang
tercinta yang mendukung perjuangan beliau.
“Allah meng-Isra Mikraj-kan
Rasulullah untuk menguatkan hatinya, sekaligus membekali umatnya dengan salat
sebagai sarana terbaik untuk mendekat dan memohon pertolongan,” jelas Ustaz
Chusni. Beliau juga berpesan agar para siswa tidak meninggalkan salat lima
waktu. “Mengapa? Karena saat kalian menghadapi kesulitan, maka penolong
terbaikmu adalah sabar dan salat.”
Kemeriahan acara ditutup
dengan pembagian doorprize dan pengumuman
pemenang lomba yang telah dinantikan. Berikut adalah daftar para pemenang: Lomba
membuat poster Isra Mikraj, juara 1 Muhammad Noval Pratama (9B), juara 2
Muhammad Rafan Mahbeer (8C), juara 3 Fauzan Ali Zahirudin (9B). Lomba desain
infografik sejarah Isra Mikraj, juara 1 Anisa Marsya Azzalea (7A), juara 2
Muhammad Zidane Abdulrachman (8C), dan juara 3 Reghie Permata Ramadhan (9A). Selamat
kepada para pemenang lomba! Semoga karya kreatif yang kalian buat menjadi
wasilah ilmu yang bermanfaat dan bukti kecintaan kalian kepada Rasulullah saw.
Peringatan ini menjadi
pengingat bahwa setiap perjalanan menuju ketaatan bermula dari niat yang tulus.
Semoga semangat Isra Mikraj senantiasa bersemi di hati seluruh civitas
akademika MTs Terpadu Ar Roihan, membawa kita menjadi pribadi yang lebih
disiplin dalam ibadah dan mulia dalam berakhlak. (lat)

Comments
Post a Comment