Tujuh Siswa MTs Terpadu Ar Roihan Lawang Sukses Lewati Munaqosah Tahfiz dengan Penuh Khidmat
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang kembali menggelar kegiatan Munaqosah Tahfiz Al-Qur'an “Tasmi’ Munaqosah bil Ghaib” pada Sabtu (22/11) di halaman gedung 2 MTs Terpadu Ar Roihan Lawang. Acara yang berlangsung pukul 09.00 – 11.00 WIB berjalan khidmat, lancar, dan penuh kekhusukan. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi hafalan Al-Qur’an bagi para siswa dalam program Tahfizul Qur’an.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan
sambutan dari Kepala Madrasah, Redite Kurniawan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau
memberikan apresiasi tinggi atas semangat para peserta dalam menjaga dan
menambah hafalan Al-Qur'an. Selanjutnya, Waka Tahfiz, Muhammad Ali Chusni,
S.Pd.I. memberikan pengantar sekaligus
motivasi sebelum prosesi ujian dimulai.
Inti kegiatan yakni pelaksanaan dan penilaian Munaqosah dilakukan oleh tiga dewan penguji dengan disaksikan
langsung oleh para orang tua. Bertindak sebagai penguji adalah Muhammad Ali
Chusni, S.Pd.I., Riki Setyobudi, S.HI., dan Nabila Fairuz Fathiah, S.Ag. Setiap
pesert dinilai berdasarkan kelancaran, ketepatan, serta kaidah tajwid dalam hafalan
mereka.
Sebanyak tujuh peserta berhasil mengikuti Munaqosah Tahfiz tahun ini. Mereka merupakan siswa kelas IX dan
VIII yaitu:
1.
Muhammad Ilham Fathoni (kelas 9B)
2.
Irza Febiansyah (kelas 9B)
3.
Rainafa Dzaky Santoso (kelas 9B)
4.
Achmad Yusuf Fathur Rohman (kelas 9B)
5.
Ilham Rizki Nurdiansyah (kelas 8C)
6.
Asfa Hibrizi Mustofa (kelas 8B)
7.
Muchamad Raziq Alfarizi (8B).
Di hadapan para peserta dan orang tua, dewan penguji menyampaikan
hasil penilaian sekaligus pesan-pesan penting sebagai bekal dalam menjaga
hafalan.
Nabila Fairuz Fathiah, S.Ag. berpesan agar seluruh peserta selalu istiqamah
dalam menjaga hafalan. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu
utama seperti setelah Subuh atau setelah Magrib untuk murajaah (mengulang
hafalan) agar hafalan tetap terjaga hingga akhir hayat.
Riki Setyobudi, S.HI. menyampaikan tips praktis dalam menjaga
hafalan, antara lain memanfaatkan waktu luang, seperti waktu perjalanan ke
madrasah untuk murajaah. Beliau juga menyarankan peserta mendengarkan murottal (bacaan) Al-Qur'an dari guru-guru
Al-Qur'an yang memiliki bacaan baik dan terpercaya untuk memperbaiki kualitas
bacaan.
Sementara itu, Muhammd Ali Chusni, S.Pd.I. memberikan motivasi bahwa
istiqamah dalam murajaah harus ditumbuhkan dari rasa cinta kepada Al-Qur’an. Ia
mengingatkan bahwa harapan akan syafaat Al-Qur’an kelak di hari kebangkitan
menjadi dorongan kuat bagi para penghafal untuk terus menjaga hafalannya.
Acara ditutup dengan penyematan selempang tahfiz dan penyerahan
sertifikat kepada seluruh peserta Munaqosah.
Suasana haru menyelimuti kegiatan ketika para peserta melakukan sungkeman
kepada kedua orang tua mereka sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih
atas doa serta dukungan selama ini.

Comments
Post a Comment