Perkuat Budaya Literasi di MTs Terpadu Ar Roihan melalui Peluncuruan 7 Buku Karya Kepala Madrasah, Guru, dan Siswa
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi dengan menggelar acara Peluncuran Tujuh Buku Karya Kepala Madrasah, Guru, dan Siswa. Acara yang berlangsung meriah pada Sabtu (15/11), pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, di Ghobed Café, Jalan A. Yani No. 1 Sumber Porong Lawang ini, tidak hanya dihadiri oleh seluruh kontributor penulis dari kalangan guru dan siswa, tetapi juga disaksikan langsung oleh para orang tua.
Turut
hadir memberi dukungan dalam kegiatan ini, H. Miftachul Khoir, S.Pd., M.Pd.,
selaku Pengawas Madrasah; Abdul Rahim Karim, M.Pd., Dosen IAIN Palopo;
perwakilan dewan juri; serta Aning Nurul Kusuma, perwakilan Komite MTs Terpadu
Ar Roihan Lawang. Kehadiran para tamu undangan tersebut menambah semarak dan
makna tersendiri bagi seluruh peserta.
Pada
kesempatan ini, madrasah secara resmi meluncurkan tujuh buku dari berbagai
genre dan kelompok penulis, antara lain:
1.
Penakluk
Sungai Way Sematus (Novel anak karya Kepala Madrasah)
2.
Buku Seri
Cerita Bergambar karya Kepala Madrasah:
a.
Bermain Oprog
(Lempar Batu)
b.
Bermain
Tulupan (Sumpit)
c.
Ngarak
Gendruwo (Mengarak Hantu)
d.
Bermain
Geredan Numpak Keseran (Menarik Gerobak)
e.
Bermain
Layangan (Layang-layang)
3.
Pendidikan di
Persimpangan Zaman: Antara Nilai, Amanah, dan Tantangan Digital (Buku Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Guru)
4.
Sajadah di
Ujung Senja (Buku Antologi Puisi karya Nur Istikhoroh)
5.
Tiga Hati di
Taman Langit (Buku Kumpulan Karya Kreatif Siswa)
6.
Young and
Research Vol. 5 (Kumpulan Karya Tulis
Ilmiah Siswa)
7.
Anak Hebat
Bisa Bereksperimen (Buku Panduan Belajar Sains Menyenangkan bagi Siswa
Berkebutuhan Khusus)
Dalam
sambutan pembuka, Redite Kurniawan, M.Pd. selaku kepala marasah menyampaikan
rasa syukur mendalam atas terlaksananya peluncuran tujuh buku ini. Beliau
menegaskan kebanggaannya karena kegiatan menulis ini berhasil melibatkan guru, siswa
dan orang tua.
“Saya
sangat senang bisa secara khusus menghadirkan
anak-anak dan orang tua karena telah berkontribusi menulis buku yang kita
luncurkan hari ini. Semoga peluncuran buku ini bukan hanya untuk dipamerkan,
tetapi benar-benar dibaca dan memberi kebermanfaatan.” ujarnya.
Senada
dengan Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah H. Miftachul Khoir, S.Pd., M.Pd.
(akrab disapa Pak Miko) memberikan apresiasi tinggi dan motivasinya.
“Acara
ini luar biasa sekali. Saya melihat di MTs Terpadu Ar Roihan ini tidak hanya
siswa yang menulis, namun guru dan kepala madrasah juga menulis. Ini memotivasi
saya untuk ikut bersama-sama meluncurkan buku di tahun depan. Mudah-mudahan
peluncuran buku ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya untuk kebesaran
MTs Terpadu Ar Roihan Lawang,” kata Pak Miko.
Bagian
paling menarik dari rangkaian acara ini adalah Sesi Bedah Buku. Narasumber yang
hadir adalah para penulis buku, antara lain Redite Kurniawan, M.Pd., Rachima
Dianovitasari DK, S.Pd., Lalitaul Fatimah, S.Si., serta perwakilan siswa (M.
Noval Pratama dan M. Ilham Fatoni) dan alumni (Ariki Reinard Achjar).
Mereka
berbagi pengalaman berharga terkait proses kreatif, tantangan, dan pesan moral
yang terkandung dalam karya-karya yang mereka tulis. Berbagai cerita inspiratif
terungkap, mulai dari proses riset ilmiah siswa dalam menyusun KTI hingga
pengalaman guru dalam menulis karya kreatif.
Sebagai
bentuk apresiasi atas dedikasi dan kualitas karya, madrasah juga memberikan
penganugerahan Penulis Terbaik kepada guru dan siswa. Para penerima penghargaan
Penulis Terbaik Karya Guru adalah Rachima Dianovitasari DK, S.Pd., Yuni Padmi,
S.H., Lailatul Fatimah, S.Si., Nurkhayati, S.Pd., dan Khusniatul Khukmi S.Pd.
Sementara itu, Penulis Karya Siswa Terbaik dianugerahkan kepada M. Noval
Pratama, Rafasya Rafif Nurfikry, dan Iis Indriyanni.
Menutup
seluruh rangkaian acara, Kepala Madrasah kembali menyampaikan pesan motivatif
mengenai pentingnya menulis dan membaca. “Menulis adalah sesuatu yang
menyenangkan jika kita sadar bahwa kita perlu menulis. Jika mindset-nya menulis itu berat, maka akan
terasa berat pula. Jangan lupa banyak membaca, karena semakin banyak membaca akan
semakin mudah untuk menulis.” tutupnya, seraya berharap karya tulis guru-guru
dapat segera dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Comments
Post a Comment