Belajar Nyata Budidaya dan Kewirausahaan: Kunjungan Belajar Siswa Kelas 9 MTs Terpadu Ar Roihan Ke Pabrik dan Kumbung Jamur Poncokusumo, Malang
MTs
Terpadu Ar Roihan Lawang melaksanakan kegiatan Kunjungan Belajar ke Pabrik dan
Kumbung Budidaya Jamur UD Restu Bunda, yang berlokasi di Poncokusumo, Malang. Kegiatan
ini berlangsung pada Kamis (13/11), diikuti oleh 50 siswa kelas 9 bersama 7
guru pendamping.
Kunjungan
ini merupakan bagian dari program rutin madrasah sebagai sarana pembelajaran di
luar kelas, sekaligus mendukung pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan.”
Selama
kegiatan, para siswa berkesempatan mengenal lebih dekat seluruh proses budidaya
jamur. Mereka didampingi langsung oleh Bapak Manto, selaku pemilik usaha UD
Restu Bunda. Dengan gaya yang hangat dan komunikatif, beliau menjelaskan secara
rinci tahapan budidaya jamur “dari hulu ke hilir” mulai dari pembuatan media
tanam (baglog), proses sterilisasi, pendinginan, pembibitan, pemeliharaan,
hingga pemanenan.
“Dari
hulu ke hilir, di sini kami akan menjelaskan bagaimana proses budidaya jamur
dari awal hingga menjadi produk akhir yang dapat diolah dan dikonsumsi.” ujar
Pak Manto saat menyambut kedatangan siswa.
Para
siswa tidak hanya menyimak, mereka juga terlibat aktif dalam praktik langsung.
Mereka mencoba membuat media tanam dari serbuk kayu, membantu proses
penyiraman, hingga memanen jamur yang sudah tumbuh lebat. Momen praktik ini
menjadi pengalaman berharga karena memungkinkan siswa melihat bagaimana teori
yang dipelajari di kelas terwujud dalam kegiatan nyata, menumbuhkan pemahaman
yang lebih konkret tentang budidaya berkelanjutan.
Selain budidaya, para siswa juga memperoleh pengetahuan berharga
mengenai kewirausahaan. Dalam sesi diskusi santai di akhir kegiatan, Pak Manto
membagikan kisah inspiratif tentang perjuangannya membangun usaha jamur dari
nol hingga berkembang seperti sekarang. Ia menekankan pentingnya kerja keras,
ketekunan, dan inovasi sebagai kunci keberhasilan dalam berwirausaha.
“Kalau
mau berhasil, jangan takut mencoba. Mulailah dari yang kecil, tekun, dan terus
belajar. Dari jamur saja kita bisa menciptakan banyak peluang,” tutur Pak Manto
memotivasi siswa.
Para
siswa tampak antusias mendengarkan dan aktif bertanya tentang peluang bisnis,
proses pemasaran, hingga pengembangan produk olahan jamur.
Melalui
Kunjungan Belajar ini, siswa tidak hanya belajar tentang budidaya dan
kewirausahaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai gaya hidup berkelanjutan,
yaitu memanfaatkan potensi alam secara bijak untuk menghasilkan nilai ekonomis dan kesejahteraan
bersama.(lat)

Comments
Post a Comment